Sabtu, 14 Februari 2015

Pasar Malam

Sore nan cerah saat terdengar pemberitahuan dari mobil yang berjalan keliling kampung bahwa mulai malam ini hinggu seminggu kedepan dilapangan kelurahan akan diadakan pasar malam, sebegitu mendengar informasi tersebut anak -anak desa segera minta izin untuk dapat mendatanginya, maklum telah lama tidak diadakan pasar malam,tak ketinggalan anaknya petrukpun segera menghadap ke ayahnya sambil minta izin, ayah nanti malam saya minta izin kepasar malam ya?, Petruk yang sedang bersih-bersih teras menoleh kepada anaknya sambil bertanya,." mau cari apa nak kepasar malam?". anak nya menjawab" ah bapak kayak nggak tahu aja , ya banyaklah ayah  mau lihat keramain, mencarai mainan dan lain-lain yang penting hapyy", Petruk sambil mendekati anaknya menawarkan kepada anaknya, mau ndak kuberi pilihan yang lebih menyenangkan bagimu terutama dimasa dewasamu nanti",anaknya menjawab" apa tu yah" Petruk menjawab sana belajar agama  yang sungguh-sungguh sama kakekmu semar itu akan berguna bagimu kelak nak!sambil menggerutu anaknya nyahut" ah bapak itu membosankan" petruk menjawab itu jauh lebih baik dari sekedar pasarmalam yang hanya bikin senang sesaat nak".

bentuk Kebijaksanaan dalam masyarakat

Saat kita belajar agama dari tradisi  masyarakat terkadang kita dapat kegiatan religi yang tidak kita pahami asal usulnya setelah kita belajar dengan guru dengan dasar-dasar Al-Qur an ternyata tradisi masyarakat banyak yang merupakan hasil modivikasi ritual non islam kedalam ritual-ritual dengan bacaan islami sebagai pendekatan agama terhadap masyarakat yang mana soal acara itu dikalangan ulama memang telah terdapat perbedaan pendapat ada yang setuju dan mendukung dengan segala kemampuan menta'wil Al-Qur an dan Hadisnya tetapi ada juga yang tetap berpegang teguh pada apa yang telah diperbuat Rosululloh dan menganggabnya sebagai urusan yang diada-adakan setelah rosul wafat dengan kata lain biasa orang menyebut dengan bid'ah.
Masalah muncul ketika dua kelompok kemudian bertemu pada lain orang atau bahkan lain generasi  untuk kembali mempermasalahkan masalah khilafiah , maka muncullah egois dari kedua belah pihak
pihak pertama maunya teman harus mengikuti cara ibadahnya sebagai bentuk penghormatan pemahamannya sedang pihak kedua tidak mau mengikuti ajakan kawan bahkan cenderung menganggab kawannya salah karena terjebak pada ibadah bid'ah, maka yang bijak adalah tidak mengikuti karena tidak membenarkan dengan tidak mengejek dan menyalahkan mereka biarlah Alloh yang menjustifikasi hal tersebut.